Jumat, 31 Desember 2010

bermimpilah....maka alam dan seisi dunia akan berlomba untuk memeluk mimpimu.



pernahkah kau memiliki sebuah impian?
impian yang tanpa tersadar mengkibatkan dirimu untuk selalu menangis?
menangis mengharapkan semua itu terwujud akan jadi seperti yang diharapkan?
merenung seperti apa nantinya impian itu datang?

sebuah impian hadir disaat dirimu berfikir akan hal yang kau rasa takjub. suatu hal yang mungkin sempat terfikir tak mungkin, namun apalah yang tidak mungkin?
adalah sebuah fikiran yang selalu menjadi sikap dalam hidupmu. yang selanjutnya bertransformasi menjadi akhlaq yang selalu tertuang dalam keseharian mu. itulah alur terindah jika fikiran yang kau miliki pun indah. maka jangan pernah berikan sedikit ruang bagi fikiran mu untuk masuknya hal-hal yang buruk. sebab tanpa kau sadari semua itu akan tertuang dan meresap.

berjuta manusia di dunia ini pasti memiliki impian. sebab manusia yang paling miskin di dunia ini adalah manusia yang hidup tanpa impian. ah,,,selalu aku tak kuasa jika mengingat satu persatu impian ku.

JEPANG

saat ini semester akhir yang sedikit lagi ku lewati. tanpa tersadar dua tahun telah berlalu dalam alur hidup ku yang begitu cepat. tak terasa diri ini sedikit demi sedikit digerogoti oleh waktu yang tak pernah berhenti.
melewati masa-masa yang indah,suram,statis, dan bahkan penuh dengan tantangan serta CINTA. dan aku pun teringat apa yang di harapkan kedua orang tua saat menyekolahkan ku di akademi yang terbilang di pinggir jakarta selatan ini. mereka begitu berharap akan diriku untuk memperoleh sebuah kesuksesan. namun apa daya hidupku di akademi ini begitu kompleks. berkecimpung di dunia aktivis menjadikan alur perputaran kehidupan berubah. pola pikir yang radikal. kegiatan yang berduyun-duyun tiada henti, sebuah fenomena yang terbalik saat teman-teman ku yang lain sibuk memikirkan mereka akan Kerja Peraktek dimana.
pernah aku berdiskusi dengan sahabat karib ku. terkait mengenai organisasi dan pendidikan. apa yang harus dilakukan seorang aktivis seperti kita?
" semua kembali kedalam diri masing-masing kawan" tuturnya pelan. aku pn terhentak mengingat apa yang oernah aku fikirkan dan ku katakn pada diriku. 25% kuliah.....selain itu organisasi dan bisnis/usaha. ya inilah yang pernah kukatakan pada diriku. sehingga tanpa kusadari ini merubah pola tindakan dalam keseharian ku.
kini waktu semakin dekat, akhir pendidikan ku menatap bingar. ku akui semua tak berjalan baik, bahkan pandangan orang awam pasti mengatakn kuliah ku seperti tidak ada artinya. terutama sejak aku di amanahkan sebagai seorang pimpinan di tataran Legislatif mahsiswa. fokus beralih,,,,pandangan terpecah....pengorbanan bertambah...
mungkin semua ini telah terjadi, tak perlu disesali. aku pun bertekad untuk membalas ini semua dengan mnunjukkan pda orang tua. bahwa aku bisa untuk meneruskan pendidikan ku di negri sakura. inilah salah satu IMPIAN yang ku miliki. entah seperti apa caranya. bagaiman ku dapatkan. namun satu hal yang ku yakini aku pasti bisa. dan hal ini tidak mustahi terjadi.

ANAK-ANAK SOLEH DAN SOLEHAH

Ah,,,untuk urusan ini sedikit privasi memang. tapi tak apalah aku berbagi dengan para blogger lainnya. Anak-anak mu kelak.....ingin seperti apa kau jadikan mereka?
karena anak-anak ibarat sebah ketas putih yang terserah kita ingin menorehkan warna dan tulisan apa.
merunut secara radikal ke belakang. faktor yang paling berperan dalam membentuk karakter anak-anak adalah seorang ibu. karena ibu adalah guru pertama dalam hidup kita. di yang mengajari kita bahasa, berjalan, dan bahkan mencintai. berarti seprti apa ibu kita seperti itulah kita, namun tidak menafikan hadir seorang bapak. karena beliau jualah kita dapat hadir dan hidup di bumi ini. dengan tetesan keringat beliu kita dapat memakan sesuap nasi. meminum seteguk air yang menghilangkan dahaga. namun seperti apa anak-anak yang kau inginkan kelak..?
maka sebagai kawula muda...para pejuang keindahan cinta...kesucian diri...ketenangan batin....
Maka temukanlah ISTRI yang sesuai dengan harapan menjadi seperti apa anakmu kelak. berbicara soal istri apakah kamu sudah memiliki calon?

indah,tenang rasanya hati ini saat membayangkannya. melihat senyumannya menjadikan setiap kesedihan adalah anugrah. mendengar suaranya menentramkan jiwa. adalah ia gadis yang selama ini begitu dekat dengan hidup ku namun tak pernah ku sadari selama itu. saat ia jauh dari pandangan barulah aku tersadar selama ini dia yang kucari-cari. dia yang begitu msteri bagiku, sebuah keindahan yang begitu di jaga sesuai syariat. kata-kata yang begitu di jaga agar tidak menodai cinta yang hakiki. pandangan yang terahan oleh iman di hati. berbisik indah walau tanpa suara.menatap syahdu dalam tundukannya. dialah IMPIAN ku yang kedua. ku ingin kelak ia menjadi pendamping hidupku. bersama mendidik calon-calon mujahid ALLAH di bumiNya. mencetak para generasi Rabbani. sebuah kenikmatan yang tak pernah terbayang. walau kini tak pernah ku tahu seperti apa ,bagaimana ,kapan ,dan dimana kami akan dipertemukan oleh Dzat yang jiwaku dan jiwanya ada di tanganNYA. Namun sekali lagi semua ini ku yakin akan janjinya. janji sucinya dalam surat-surat cintaNYa. "lelaki yang soleh adalah untuk wanita yang solehah".

kawan apa pun impian mu...
sesulit apa pun untuk mendapatkannya...
sebimbang apa pun dirimu...
kembalikan itu semua pada Sang Khalik..
dia lah sang sutrdara dalam kehidupan kita...
penerjemah dalam rantaian perjalanan hidup yang berliku...
yakinlah....
sebab jika kau yakin padaNya maka Dia akan yakin padamu...
dan tak ragu menjawab setiap resah dan doamu.


Arie Wijaksana
31/12/2010
3:43

Sabtu, 20 Februari 2010

Kearifan segenggam garam

Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal saleh dan bijak. Di suatu
pagi yang basah, dengan langkah lunglai dan rambut masai, datanglah seorang
lelaki muda, yang tengah dirundung masalah. lelaki itu tampak seperti orang yang
tak mengenal bahagia. Tanpa membuang waktu, dia ungkapkan semua resahnya:
impiannya gagal, karier, cinta dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu
mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia
taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok, tenang, bibirnya
selalu tampilkan senyum.
"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Pak tua itu.
"Asin dan pahit, pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah ke tanah.
Pak Tua itu hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini berjalan ke tepi
telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan
beriringan, tapi dalam kediaman. Dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga
yang tenang itu. Pak Tua itu, masih dengan mata yang memandang lelaki muda itu
dengan cinta, lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan
sepotong kayu, diaduknya air telaga, yang membuat gelombang dan riak kecil.
Setelah air telaga tenang, dia pun berkata,
"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah".
Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana
rasanya?"
"Segar," sahut tamunya.
"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Pak Tua lagi.
"Tidak," jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu
mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga.
"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam, tak lebih
dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap
sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau
tempat yang kita miliki. Kepahitan itu anakku, selalu berasal dari bagaimana
cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi,
saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang
boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah
hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan wadah pergaulanmu supaya
kamu mempunyai pandangan hidup yang luas. Kamu akan banyak belajar dari
keleluasan itu."
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasihat.
"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah
tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan mengubahnya
menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar di hari itu. Dan Pak
Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda
yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Senin, 08 Februari 2010

Kekayaan, Kesuksesan Atau Kasih Sayang

Suatu siang seorang wanita yang pulang kerumah setelah bepergian, melihat 3 orang pria berjanggut dan memakai jubah panjang putih di depan rumahnya dan meminta makan. Wanita itu tidak mengenal mereka semuanya.
Wanita akhirnya bertanya : "Aku tidak mengenal anda semua. Tetapi anda semua pasti sedang sangat lapar. Mari masuk dan aku pasti mempunyai sesuatu untuk dimakan didalam."
Pria berjanggung pertama bertanya : "Apakah suamimu sudah pulang?"
Wanita itu menjawab : "Belum"
Pria kedua berkata : "Oh kalau begitu kami tidak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali."
Ketiga pria itu menunggu sampai senja hingga ke malam.
Malam itu, suami si wanita pulang dan masuk rumah dari pintu belakang, Ketika keluarga kecil itu sedang berkumpul untuk makan malam, si wanita itu teringat akan ketiga pria itu. Dan dia menceritakan pada suaminya.
Lalu sang suami berkata : "Oh kalau begitu mereka semua boleh masuk dan kita bisa makan bersama-sama. "
Si Wanita pergi ke serambi rumah menjumpai ketiga pria berjanggut itu dan mengundang ketiganya untuk masuk.
Tetapi pria berjanggut itu bersamaan menjawab : " Maaf, kami tidak bisa masuk bersama-sama. "
Si wanita merasa heran , dan bertanya : "Lho kenapa?"
Pria berjanggut pertama berkata : "Namaku KASIH SAYANG , dan dia (sambil menunjuk pria kedua) bernama KEKAYAAN, lalu dia (menunjuk pria ketiga) adalah KESUKSESAN. Coba tanyalah pada suamimu siapa diantara kami bertiga ini yang boleh masuk ke rumahmu".
Si Wanita menyampaikannya pada suaminya.
Lalu si suami menjawab "Ohhooo...menyenang kan sekali. Kalau begitu persilahkan si KEKAYAAN untuk masuk ke rumah supaya rumah kita dipenuhi Kekayaan".
Si Wanita kurang setuju dan berkata : "Sayangku,lebih baik kita mengundang si KESUKSESAN supaya dapat membantu panen ladang pertanian kita."
Tiba-tiba anak mereka yang mendengarkan percakapan orang tuanya menyahut : "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si KASIH SAYANG supaya rumah kita terasa nyaman dan diliputi dengan kehangatan kasih dan sayang?"
Suami istri itu saling berpandangan, akhirnya setuju dengan usulan buah hati mereka.
Wanita itu kembali ke serambi rumah dan mempersilahkan si KASIH SAYANG untuk masuk.
KASIH SAYANG berdiri dan diikuti oleh kedua pria berjanggut lainnya juga
ikut masuk.
Si wanita merasa heran lalu bertanya : "Aku hanya mengundang KASIH SAYANG mengapa kalian berdua ikut masuk?"
Kedua pria menjawab bersamaan : "Kalau anda mengundang KEKAYAAN atau KESUKSESAN maka yang lainnya akan tinggal diluar. Namun karena anda mengundang KASIH SAYANG maka kemanapun KASIH SAYANG pergi, kami akan selalu ikut bersamanya dan mendampinginya. Dimana ada KASIH SAYANG maka KEKAYAAN dan KESUKSESAN juga akan turut serta. Sebab, ketahuilah bahwa sebenarnya kami berdua ini BUTA":
Dan hanya KASIH SAYANG yang bisa melihat dan menerangi jalan kami. Hanya KASIH SAYANG yang bisa menunjukkan kita kepada jalan kebaikan dan kebenaran, kami butuh bimbingannya saat berjalan menjalani hidup."

Cari Blog Ini